Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2010

tetap me"renung"

kucari ruang, yang kosong membentang kunanti bulan, sembunyi tenang di sisi awan kucari rasa, hambar terhampar mengada kucari dia, resahpun tercipta izinkah aku mendesah ingin usir sejuta kelu karena tak mau gugu kembali tahu tapi aku takut waktupun rebah lalu hanya sisa masa lalu jadi sepotong ingat pilu pilumu, jangan bilang lagi berdarah seperti yang tinggal di hatiku

apa... ada?

ada apa dengan cinta? dia tak biarkanku berarah tersenyum saat gamang membunuh bila sampai tenang cinta pasti penjara karena mengurungku dalam cinta pasti malam karena hempaskan kelam akal didesapnya fakta digugatnya cinta kukuh ingin ada padahal kau tak sama aku... tunggu, ada apa denganku?

JANJI

biar fakta atau bukan biar mimpi atau kenyataan aku tetap di jalan dan berjalan akan mendongak tenang menghadapi hari senyuman tak butuh lagi bualan sudah kenyang kutelan tak wangi lagi rayuan telah hambar ku makan aku, bukan pendosa cinta jadi tak akan mati demi yang terasa kini janji!

Aku (kamu)

kalau sampai tiba waktuku ku mau tak seorang kan merayu tidak juga kau tak perlu sedu sedan itu aku binatang jalang, dari kumpulannya terbuang biar peluru menembus kulitku aku tetap meradang menerjang luka dan bisa kubawa berlari berlari hingga hilang pedih peri dan aku akan lebih tidak peduli aku mau hidup seribu tahun lagi maret 1943, mei 2010

seperti daun pada sebuah lipatan buku

bisa kulihat tapi samar bisa kurasa tapi hanya getar seperti matamu, kulihat kosong untukku tapi tertutup seperti senyummu ada tulus untukku tapi tercerabut aku sakit karena semuamu seperti daun pada sebuah lipatan buku yang kusimpan menunggu waktu kau sendiri sembunyi dalam hilang tapi mengikatku dalam kusimpan menunggu waktu

Hanya Mimpi

hanya mimpi biasa, yang datang lalu tak kembali sama saja tumpukan asa menarikku setengah mati tataplah mataku yang gila selalu resah mencari peri setiap detik bagai bara setiap kosong asa kulewati bunuh, musnahkan saja aku yang menanti, engkau yang dicari tidak berdiri di tempat yang sama baiknya matikan saja resah tak berhingga biar tak lagi hitam menembus waktu hilang tak lagi terikat getah kenangan langkah langkah gamang antarkan aku pulang! 25 12 2010

Berita Duka

dikabarkan kepada kawan, bahwa beliau telah berpulang ada kosong menerkam di sela hujan tibatiba detik berhenti nafas ini seperti mimpi mengingat masamasa yang membuat ini berarti begitu berarti terlalu berarti kukabarkan pada kawan, tentang beliau yang berpulang nada nada duka, menjejali kepala berbagai peribahasa, petuah, cerita hadist hadist pengingat ayat ayat menyengat tentang "duka" la hawla wala quwwata nyatanya dia memang di atas kepala dan malam ini benar menerkam memanggil tawarkan tenteram bila beliau pulang sekarang mungkin esok adalah kita, aku, atau kamu illa billahil aliyyil adzim... dengan rahmahnya aku bermukim di dunia dan dunia satunya berita duka menyapa tiba tiba beliau tiada begitu saja kami kirim doa semoga duka adalah topeng bahagia amin. dedicated for: mr.faroeq barlian we love you!

Anti LogikA

benar bila gila, mengada ada saja buang sisa waktu hamba, dengan menung9u ujudnya hamba tak berlogika, hamba tolol sebodoh bodohnya hamba yang menghinakan akal jadi binatang malang anti logika melanglang malam dengan hampa hamba bahagia walau disiksa hamba luka saat tertawa hamba bodoh setolol tololnya makhluk awam sepolos polosnya! menanti matahari di tengah malam? benar, hamba buta, bulan bintang cumalah gelap menanti matahari di tengah malam, setragis inikah otak tumpul hamba?

puan bahitsa haq

seorang puan yang dipandang separuh hati hanyalah puan kadang dianggap benda mati puan, resah mencari arti puan yang tak bisa sembunyi puan yang ingin bernyanyi menyeru pada alam puan sedang mencari puan bukan kulit tanpa isi puan, tertegun setengah tegak bersimpuh puan, menangis puan, tak pernah tenang puan sama sama satu hamba kenapa ada anggap, puan hanya jasad dosa?_

setengah mati

jika teringat, aku jadi setengah mati jika terkenang, aku jadi setengah mati mata kosong tapi nyawa tak mau pergi jadi setengah mati linglung mencari apa yang kunanti tak ada, takkan lagi jejakku tak boleh berhenti tapi pula tak bisa lari makhluk setengah mati jangan begini, bantu aku ambil setengah mimpi dia tersesat di ujung matamu_ yuna

selalu kutemukan lagi

kali ini di tengah hujan diantara serangan angin dari selatan saat sampai titik ketakutan kau datang bagai penghujung malam fajar yang bersinar sedetik itu aku lupa ada kelam selanjutnya ada beribu lamunan kenangan berjejal mengetuk angan saat itu aku sadar, kutemukan lagi si gila di sini ternyata rasa abstrak itu masih tinggal disini bila kutemukan lagi, berarti dia tidak pergi_

GUGAT

betapa rumitnya hidup jaman sekarang, mak! anakmu merasa terbuang kekeringan ilmu ilmu yang bukan hilang tapi memang tak pernah kau ajarkan betapa rumitnya, karena anakmu tak tahu apa apa di lubang tungku, kau ajarkan membuat bara meniupnya untuk memang9il asap, sung9uh, anakmu betapa cerdiknya! tapi tak ada huruf huruf buat mengeja anakmu pilu, mak! jaman sekarang membuang anakmu karena tak bisa baca ah, betapa sulitnya, mak! dulu sabdamu hanya titahkan anakmu belajar masak dan menyapu kau bilang dengan itu hidup sudah cukup mudah mudah? berpeluh air mata anakmu bilang emak salah kata mak,ternyata jaman sekarang sangat beda wanita boleh kerja, boleh karya, boleh kelana, bahkan ukir jasa ruangnya bukan sepetak dapur penuh jelaga apa yang buat mak salah kata? anakmu harus dapat jawab, dia merasa hina, hina dina, mak! karena tak tahu apa apa, bahkan mengeja kemasan garam yang penuh tulisan merah menyala sung9uh bahagia bila tahu maksudnya, sung9uh, mak! mak, anakmu tak mau anaknya meng9u...

Apakah ini sebuah Cinta?!

malam mendulang kelam pagi kembali lagi kembali kesadaranku dijagal tertegun mengerti-ngerti kenapa aku seperti mati ada setengah hati yang terasa pergi ada setengah mimpi yang tak kembali mungkin aku tahu dimana tempatnya tepat di dadamu yang terluka-luka menentang hampa tanpa bicara tapi aku suka, apakah ini sebuah cinta? barangkali saat pertama bertemu dan kau tak mengenaliku, barangkali saat kau buang muka pura tak tahu-menahu barangkali saat kau karang cerita untuk tenangkan hatiku barangkali saat secara sederhana kau ucapkan kata untukku barangkali saat kita bersandiwara tanpa akhir barangkali saat kamu rasuki bilik alamku berfikir barangkali saat aku merasa telah gila, pada saat itulah aku mulai cinta benarkah bongkah bongkah tercerai lepas berderai lalu menghantam akalku ini cinta? apakah memang sebuah cinta? berarti aku terjatuh dalam rasa yang berkawan sepi merasakan cinta ini sendiri kau bawa setengah mimpi separuh hati kemudian pergi bersama angin, sendiri kurasakan perih m...

Dia Sahabat

Ada bagi rasa sering pula cerita berkali kali sapa larik larik kata kadang menyeka tangis saat luka selalu menghapus hampa Di sampingku menepuk pundakku mengembalikan hidupku menjaga rahasiaku Ada waktuku tertawa bila sampai ketika ingat dia 'sahabat' _written for: Ra2 dan Tia teringat di penghujung gelap aku sayang kalian_ +_+

bukan penyesalan

aku menjaring luka merasa hampa di buaian udara bahagia ini mengambil jarak tak pernah sepenuh hati terpetak bukan, memang bukan senyumku yang dulu lagi karena kamu tapi salah bila kubilang ini ulahmu ini hanya soal rasaku yang mengalir tak mau membatu maaf, sungguh maaf untuk sesak antara kita untuk ruang yang terisi, lalu tak terganti untuk tak kuasaku melepasmu hilang atau memudar berjalanlah, biarkan aku begini tak perlu kau tahu lagi