mengintip sisa-sisa_keberanian
sempit tipis kulit mimpiku tampaknya akan habis bisakah mencoba mengecatnya dengat warna baru? mungkin ungu, atau kelabu tapi aku mau biru yang penuh langit cantik terhampar hanyalah mimpi biru yang selebar laut lepas hanya retasan biru aku mau biru menjadi hidup aku mau biru tak mampu redup warna baru yang indah menyala-nyala wangi menyibak duka sejuk memenuhi mata hanya biru tapi tiba-tiba pula ada tanya menusuk masih cukupkah tekad melebur semua jelaga? akan mampukah hari ini merubah sedikit hitamnya? malaikat hitam pergi saja bersama malam beri lagi aku sisa keberanian melukis biru-biru baru di awal pagi nanti coba dengarkan, aku memintamu pulang