Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

nona-nona sempurna

ini kisah lama, entah sejak kapan mulanya nona-nona ini mulai menjadi penguasa di kalangan para wanita. mulai dari daratan amerika sampai pulau-pulau Indonesia, nona-nona sempurna merajalela seperti hama yang terlanjur mendarah daging. buta. dan kini aku baru tahu nona-nona sempurna hidup di sekitarku menggerayangi akalku yang tak tahu apa itu ukuran bagus cantik atau shahdu dalam tawa aneh aku hidup bersama mereka, bernafas,makan, minum, bercerita,berbagi suka-duka nona-nona sempurna, kenapa harus ada sebagian banyaknya wanita yang jadi begini gila? nona-nona sempurna, ah, nona-nona sempurna... yang hidup dalam serba-label-kesempurnaan aku tak mengerti apa yang harus kukatakan untuk membuatmu mengerti tak perlu dimana-mana selalu akan ada segerombol nona label penuh cap sempurna berjalan-jalan dengan mata nyalang melintang mencari kesenangn yang entah apa penting instan kenapa harus nona? tidak adakah jaka-jaka sempuna hm, banyak juga duniaku yang mengerikan,...

ingat dunia lalu...

terkadang, ya, terkadang yuna merindukan diri yang dulu. tapi aku tahu, itu hanya ironi semu. masa lalu mengajarkan yuna luka, penghianatan, kekecewaan, dan ketidakpastian tak berujung. banyak petuah dan cerita, memang, sempat ada kisah bertalu-talu indah. tapi itu ibarat selembar dari segepok buku tebal. kalau diijinkan memilih, yuna tetap memilih berjalan untuk hari ini dan esok. belajar itu penting, jadi aku akan tetap belajar dari jam-jam yang telah lewat, bahkan dari sedetik lalu. kita memang tidak tahu kapan kita akan dapat predikat 'manusia bijak', tapi kita bisa tahu kapan waktu untuk mengkritisi diri sendiri. itulah yang diajarkan dunia yuna sekarang. aku tak pernah menyesal, meski terkadang mengingat beberapa sahabat yang telah mengambil arah berbeda (bahkan berlawanan?. dulu kami seperti tiga titik sudut segitiga, setelah terpencar kini kami terlontar jauh ke filosofi hidup dan pilihan masing-masing. apakah kami akan bertemu kembali? suatu saat, meluruskan segala k...

yuna

ayo bekerja yuna.... :) fighting!!! kerja kerja kerja, gerak gerak gerak, hidup bukan tempat untuk tidur dan bersendawa. ayo BEKERJA, TAK PERLU PEDULI HASILNYA. :) Allahku sayang... hamba mohon, Engkau tak pernah suratkan hamba untuk berpisah dengan orang-orang yang menemani hamba saat ini. kucintai semuanya, dengan kurang-lebihnya, baru kali ini hamba merasa benar-benar punya sahabat yang mengenalkan apa itu hidup :). aku bahagia, amin..., ^_^

lirik kesukaan yuna :)

hola, sekarang yuna jadi ceria lagi kayak dulu. he, gimana ceritanya? ssst ini buka rahasia (:P), jawabnya cuma karena sebuah lagu dan satu kalimat dari salah satu sahabat. kemarin ada orang baik yang bilang gini; "jangan lagi ketakutan menghadapi diri sendiri, gag keren!" hahaha meski tampak cuma tertawa sedikit cengengesan, tapi dalam hati nyata ngena. bener juga, dipikir-pikir selama ini aku gag keren bangedh (dengan 'dh'). bermimpi, bermimpi, bermimpi, tapi mata menatap ke belakang. apa-apaan itu? mana mungkin ada yang bakal kesampaian kalau orangnya saja ketakutan berjalan? hehe... but, no time for regret anymore cause time still walkin'knockin' your door... semangat!!! hummm, buat amal di bawah ini ada lirik lagu yang menurutku bagus banget. untuk sekarang yuna cukup termotifasi sama ini lagu. enjoy checking....^_^ "The Climb" I can almost see it. That dream I'm dreaming, but There's a voice inside my head saying You'll ...

kolektor vs kreator

kolektor tertawa satu lagi data terkumpulkan penelitian berjalan lancar-lancar... uang tunjanga bakal mengalir deras bagai sungai emas lancar-lancar.... nama agung bakal tertanam selamanya tinggal sisikan sedikit saja sisa-sisa buat pesangon anak-anak buah itu yang turun lapangan dengan bangga kolektor tertawa.... lancar-lancar... tenang saja... besok ketika tua tinggal pilih salah satu dari mereka cukup bilang "gantikan saya" maka rasa hormat akan direguk sampai akhit hayat... ini dunia kolektor, bung semua serba fakta harus data nyata ha ha ha.... yang belum ada tak akan ada gunanya jangan mengada-ada... hahahaha... hihihiihi... huks huks huks ada yang termenung di ujung, gelisah tertampar kenyataan yang makin aneh saja kreator gelisah, dunia tak perlu dia ada apa? dibilang dia tukang mengada-ada bagaimana mungkin sesuatu bisa tumbuh tanpa adanya ada? kreator gemas namun tak boleh bicara dia tak boleh ganggu kemapanan anak bangsa ...

portal hitam maya

dalam terang maya berbaring mengusik daun telinga yang tertutup kode-kode bising matanya tumpah ke tanah, tak ada yang tersisa semuanya begitu terang tanpa bayangan maya bertanya gelisah, dimana semua kesedihan? apa yang hilang bila tak ada kehilangan? resah? maya memejamkan mata, dalam gumam-gumam mimpi kepalanya terantuk cadas khayalan menjelma putih apa itu impian? apa perlunya impian, jika tak ada yang perlu diimpikan? dunianya terang, tak ada kurang tak ada kurang? lalu mengapa maya terenung dalam untuk apa datang mimpi barusan, tertawa maya gelisah dimana dia? bila ini dunia, maka semua tampak membosankan mata bening maya terpejam masuk satu-satunya portal hitam pelarian pelarian? biarkan, maya ingin sejenak terlelap di lubuk hitam untuk rasakan putih tanpa kebohongan

bye

adakah yang percaya kalau aku akan bertahan? bye bye, it's enough, oke!!!

smile is happy

bukan kesuksesan yang kita cari, coba fikir, saat kita bahagia, bukankah kita sudah merasa sukses? tetaplah merasa bahagia, howerever u are....

dini hari

kenangan-kenangan terantuk duduk dalam kantuk menunduk terbatuk-batuk dibelahan WAKTU

Kereta Jum’at Sore

Tet tot tet tot tet tot tet tot… “Keretanya Buk, sayang anak sayang anak… Momong sambil jalan-jalan, ayo ayo ayoooow…!” +++ Malam itu bumi terasa agak lebih panas dari biasa. Bukan hanya karena di desa pesisir ini kemarau sudah mulai menyorongkan muka, juga ditambah suasana hati mbak Sainah yang tengah mangkel tiada tara. Bagaimana tidak? Jengkel matanya melihat rumah yang begini-begini saja. Kursi kayu lapuk tua warisan almarhum bapak, sepeda tua warisan bapak suaminya, dinding gedek yang sudah mulai tampak kehitaman, dan sebuah televisi kesemutan empat belas inci hasil kredit di toko pak Jaman. Tivi hitam berdebu itulah barang elektronik mereka satu-satunya, sekaligus yang belum kunjung lunas juga biaya kreditnya. Mangkel dia tiap hari melihat ruangan ini-ini saja, benda ini-ini saja, dan kegiatan itu-itu juga. Memasak, mencuci, menunggu suami pulang dari tambak, dan bergosip menyimak bualan-bualan tetangga. Mungkin kalau mereka punya satu orang anak, satu saja, keadaan tak akan ...

Wanitamu Membawaku Pulang

Dari kasak-kusuk warga aku tau wanitamu itu tidak gila. Matanya memang tak pernah bergerak penuh ekspresi seperti orang kebanyakan, tetapi pupilnya fokus, menatap satu arah dengan binar yang sama. Pakaiannya memang lusuh, seragam putih abu-abu, yang kini lebih cocok disebut coklat dan kelabu. Tapi aku tau dia tidak gila, seragam itu selalu licin rapi, bekas tindihan setrika ribuan kali. Mana mungkin orang gila sadar untuk mandi, mencuci, dan menyetrika? Belum, belum saatnya kamu kecewa. Dia tetap cantik, tenang saja. Hanya kini dia menjadi wanita penyendiri yang tinggal di sebuah gubuk kecil pojok kampung. Satu setengah meter persegi kira- kira lebar gubuk itu, satu buah kloso tergelar di tengah sebagai alas tidur dan tempat menata dua setel seragam putih abu-abu. Mbak Ina, mantan pembantu rumah tangga keluarganya menceritakan seluk-beluk rumah gubuk itu padaku. Setiap hari, meski wanitamu sudah resmi diusir dari keluarga besar Sastrotomo atas perintah tuannya, tuan Sastro sendi...