Postingan

Sepi

Jalan sendirian Pandang bulan sekuning pasir Mengalir dikepalaku Pada malam yang lengang Tidak berwarna Dan kanvas pelangi Yang tak bisa kugambari Di dada ini Aku tak ada

Sakit

Hal paling sakit yang akan kamu rasakan adalah ketika ia menyakitimu dengan kepercayaan dan pembelokan, berulang-ulang, sebab kamu mulai meragukan dirimu sendiri, nilaimu di matanya.

PUTIH

Kenanglah, Yang menyeretku itu aku sendiri yang lain Yang bertukar terlalu banyak dengan waktu Dan basa basi yang sial setianya p ada suara-suara angin Maka bisakah kubunuh detak jantung sendiri Meski demi putih Atau sebuah permukaan yang jernih? Kalau bukan tanganmu Ada di nadiku

Karang

Saat berada di tepi ombak Di atas Karang Aku sering mengimpikan jatuh bercium dengan air Betapa angin nakal Sering bisik-bisikkan pikiran bodoh Untuk benar-benar pergi hancur Biar hilang Dari atas Karang Aku lihat lubang berdinding Sisa-sisa tubuhnya yang dulu entah Kotak bulat atau segitiga Aku lihat penantian yang melumut Bertahan meski digerogoti anganan Aku lihat sekali itu Air mata berdesak keluar dari tiap Inti lubang pori-pori serenta nestapa tetapi baik-baik saja Aku tahu Manusiapun bisa berdamai dengan luka Yang dibakar ditiup dianginkan hatinya sendiri Manusia lahir membawa bara Dibawa-bawa dalam rangka cinta

Ironi

Seorang wanita menangis Menghujani diri sendiri dengan iba Setumpuk tumpuk lelah Bongkah resah yang tak sampai di peraduan Bagaimana dia terlukai Oleh sakitnya mencintai seutas pisau Sewaktu waktu dia berdarah Tapi habis diperasnya luka Untuk diminum sang kekasih Yang haus karna amarah Seorang wanita menangis dibalik tudung jas hujan Wajahnya merah lunak Tapi batinnya mengeras Tengah di ibakannya samudra yang surut di mimpi Bayangannya sendiri

Cinta perempuan

Sorang perempuan yang menyukai kasak-kusuk Memanggil resah hati di malam hari Dadanya gelap penuh batu buangan Yang dia gelapkan dalam kata- kata siang O. senjakala Mengapa lahir tangis tak berurai Mengapa air tak berderai Tiap malam datang dan wicara berkelebat ke peraduan Sorang perempuan yang mencintai kasak-kusuk Sampai leburlah dia sendiri Dirinya tumpah dalam kotak hitam omong tetangga Warna-warna pudar dari mukanya, yang dulu merah muda O. Perempuan dan perasaan Betapa menyesatkan! Apakah gincu itu indah? Kasak-kusuk memujanya sepanjang jaman, barangkali jadi hukum Yang dipakai perempuan sembunyikan bau kecut, hatinya yang kalut Dari impian-impian yang dia gadaikan O. Perempuan O. Kesunyian O. Malam Bagaimana gelap bisa mencabikmu habis? Jika adamu sudah kikis dimakan parfum dan cat air? Yang bakal kamu kenakan tiap pagi Sorang perempuan terkadang mencintai kasak-kusuk Tapi dia bilang tidak skali-kali O. Fatamorgana malam Ampun setulangku kesakitan! ...

Cerita lama dan Penghianatan

Malam ini baiklah aku cerita sedikit tentang penghianatan, dosa asal manusia yang konon tak dibuat oleh tuhan. Dengan kata lain, penelikungan kepercayaan atawa penghianatan ini adalah masalah yang dibuat sendiri Oleh manusia. Benar tidaknya, aku tak ambil pusing, aku lebih memilih condongnya saja sebab segala hal yang tercium bau penghianatan pastilah menusuk hati. Lihainya, dibalik setiap kata hianat mesti ada sebuah 'rahasia', Oleh sebab itu bisa terlewat hidung sampai menusuk jantungmu langsung. Bukan satu dua kalilah aku dengar tebtang ini, masa sd adalah cerita penghianatan pertama yang kualami. Temanku mina namanya, yang tidak begitu pandai belajar dan lebih sering kuconteki ternyata lebih pandai masalah perasaan. Otakku yang masih kecil sekecil umurku tidak nyana bila mina memiliki perasaan istimewa pada teman laki-laki sekelas, yang, duduk tepat di belakangku, EKO namanya. Dimataku tidak ada yang istimewa dengan EKO, dia Anak laki-laki jahil, malas, dan slengekan sepe...