Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Karang

Saat berada di tepi ombak Di atas Karang Aku sering mengimpikan jatuh bercium dengan air Betapa angin nakal Sering bisik-bisikkan pikiran bodoh Untuk benar-benar pergi hancur Biar hilang Dari atas Karang Aku lihat lubang berdinding Sisa-sisa tubuhnya yang dulu entah Kotak bulat atau segitiga Aku lihat penantian yang melumut Bertahan meski digerogoti anganan Aku lihat sekali itu Air mata berdesak keluar dari tiap Inti lubang pori-pori serenta nestapa tetapi baik-baik saja Aku tahu Manusiapun bisa berdamai dengan luka Yang dibakar ditiup dianginkan hatinya sendiri Manusia lahir membawa bara Dibawa-bawa dalam rangka cinta

Ironi

Seorang wanita menangis Menghujani diri sendiri dengan iba Setumpuk tumpuk lelah Bongkah resah yang tak sampai di peraduan Bagaimana dia terlukai Oleh sakitnya mencintai seutas pisau Sewaktu waktu dia berdarah Tapi habis diperasnya luka Untuk diminum sang kekasih Yang haus karna amarah Seorang wanita menangis dibalik tudung jas hujan Wajahnya merah lunak Tapi batinnya mengeras Tengah di ibakannya samudra yang surut di mimpi Bayangannya sendiri