sekeping cinta
di tengah timbunan kuning senja aku diam seperti raja tanpa negara angin pernah menghempas keras sampai anganku hanyut lepas api seringkali menjilati hati terkadang gosong hitam sekarat suatu waktu pernah pula diuji mimpi saat dia menjauhkan nyala dari nyata yang kaprah ketika cinta buatku kalah ketika muka lebih gelap dari merah ketika cerita tercerabut sampai remah aku diam mengenang pernah pinta hilang tertawa karena pernah merawat luka hingga ternyata sudah terlanjur lama seperti patung pajangan sepi batu tepi kolam dengan bodoh masih saja diam sampai mereka lantang berkata "masih ada sekeping cinta!"