Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2011

di sudut hujan

garis garis tipis turun perlahan membatasi udara hampa melewati baris daun daun hijau muda meluncur turun terus memecah diri menjadi kepingan air melompat dan berlari angin utara datang kau serong ke sisi selatan hai, mata yang terlalu akrab dengan perasaan ternyata lagi lagi kau bela dia mengintipkan garis tipis dari jendela menerawang bersama udara agar aku pergi dari alam nyata agar aku berlari menemuinya tenang saja meski tak mampu tertawa karena sudah lelah, tak tampak kasat luka memerah hilang suapa tanpa desah tak sampai ada dahaga, menyerah jadi tak perlu aku takut tak akan surut mengenangnya atau pula mengingatnya di belakangku kau bersembunyi di sudut hujan dan aku beku, getas merasakan gemuruh menajam kala tampaknya jantungku belur sampai kakipun mendadak kabur berlari dari jebakan alur hancur, aku sudah ingat pernah hancur karenanya_jika saja sakit tak lagi rasa, menangkap bayangmu dari garis hujan bukanlah soal mungkin juga aku salah, ada yang salah, lalu memenuhi kepalaku...
if you have to leave i wish that you just leave but if you wanna come i hope you never let me alone pengen percaya apa yang mereka bilang, tapi tampaknya aku masih cukup trauma. kamu sudah pernah mengusirku pergi, apa mungkin ingin datang lagi? jangan gila, kamu kira aku akan begitu saja melupa lalu terima? meski masih sangat merasa sampai lupa segalanya saat kamu di kepala, kamu harus membuatku benar2 memaafkan dulu. hm? beranikah kamu membuatku kembali memercayaimu? well, we'll see the next chapter...

permohonan kami

permohonan kami maaf tak bertepi kami yang bercinta mencinta lupa diri kami yang bicara bicara tak pakai hati kami yang berjalan berjalan tak mau peduli kami yang memanjat naik ke atas fokus mendaki kami hanya fokus, diam kami hanya lurus, ke depan kami hanya serius, di atas awan kami hanya tulus, demi yang kami cari di sini maafkanlah kami kami mohon maafkan tanpa tepi kami selalu ulang salah lagi kadang hanya ingat kami budakmu di sini kadang kala ingat, kami bidakmu di sini kami kira kami raja sungguh mohon ampunilah kami para hamba dua enam_dua