nada tanpa suara
dia tahu dia bersalah, dia tahu dia berdosa. dia tahu dia bodoh, dia tahu dia keliru. jelas dia tahu dirinya tengah melakukan sesuatu yang tak ada gunanya. bagaimana disisi rintik hujan pagi ini dia kembali sembunyi. di balik tembok yang sama, sahabatnya yang paling setia. tiap hari, tiap pagi, menjelang siang, tengah hari, kadang sore menjelang malam...saat sosok itu ada disana dia ingin dia akan ada disini. berkawan si tembok putih kecoklat coklatan, mengintipnya berbinar binar. binar, dan debar, yang, entah, mengapa masih dia simpan sampai kalender tahunan ibu berganti hampir empat kali. tak masalah. tiap kali lewat jalan ini dan rumah itu. dia tetap akan berhenti dalam beberapa detik. bersembunyi di balik tembok, mengamati jendela kamar pujaannya yang pasti akan terbuka saat dia ada di dalam sana. tapi pagi ini dia kembali menelan nafas kecewa. gorden biru pastel jendela kaca itu tak tersingkap. senyap. berarti tak ada dia didalamnya. meskipun begitu, dengan berharap saja hatin...