mimpi terpaku, wajahnya tampak murung. sang waktu datang menghampiri dengan heran, simpati, menghela nafas melihat tangis di ambang mata mimpi kecil. ada apa? waktu bertanya pelan. mimpi kecil menoleh. "aku bingung," ucapnya. dulu aku meldwatimu dgn penuh semangat dan kepercayaan besar, aku akan jadi nyata, bukan sekedar mimpi tak pasti yang tak berujung. aku yakin, karena kita bisa merubh takdir bila memang berusaha."lalu kenapa sekarang kamu bersedih? tetaplh menantiku, berjalan bersamaku, kita persiapkan semua dari sekarang. kamu pasti jadi nyata, aku yakin"ujar waktu.mimpi kecil menoleh, dia tersenyum getir sebelum membuka mulut. aku hanya mimpi kecil, bagaimana aku akan percaya bila nyata selalu tersenyum sinis mengejekku? logika menertawakanku. mereka bilang aku hanya khayalan masa kecil dan patut terbuang. sudah saatnya aku lenyap dan membiarkan pemilikku menjalani hidup normal, apa adanya. mungkin mereka benar, aku harus segera menghilang. mimpi kecil mulai ...