Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Catatan 1

Malam, atau subuh ini atau jaga sekali ini- aku ingat bilik harum duniaku yang dulu, ada rasa tenang, keyakinan, damai, kebersamaan, teduh, dan 'aman' atau 'benar', atau, seperti pelangi kontras dengan tanah, semakin jelas jika pandang makin dari bawah. Lalu aku ingat, hampir tak ada empati di tempat, tak ada air mata untuk kenyataan, atau, ah, suara tangis melarat dan perut lapar. Atau ada, sebagai anganan, mungkin kuluman kalam, di kaki-kaki diam. Tidak, itu setengah atau seberapa yang kutahu, ah, tak pernah juga jiwaku bergejolak atas nama kemanusiaan, kenangku. Mungkin aku salah ingat, atau, ah, bisakah aku salah rasa? Di kendeng di ujung tembok ratap di kulonprogo Dimana-mana di tepian jalan dimana-mana direnyai tangis penindasan, Ya betapa nikmat ketidaktahuan, ah ya, betapa silau kebenaran. Sekedar.

Kosong

Bisa jadi, aku lebih nyata di mata orang Dari mataku yang berbayang, kalut Seperti akar langit di musim kabut Sungguh tinggi warnanya yang putih Di matamu di mataku rindu Pada gelap pada batang tua keras Di antara angin batas Bisa jadi, mataku lebih basah di mata orang Di matanya aku bernama juga lesah Di mataku hilang diterak ombak dan karang tinggi Aku di pasir-pasir, rebah tak berarti 11/12/17 Wahyuni (?)