Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2011

bingung, linglung

apakah yang salah? kutanya pada ramai malam, sendirikukah? kotorkukah? sungguh, berat kurasa batu di hati seberapa besar yang tersimpan, aku megap megap sekarang tak kuat dan patah arang berat, Tuhan... berat, kawan... sungguh berat rindu yang berkarat duhai angin yang tengah menyanyi tolong temui bintang kecil di ujung tinggi di tiap kerlipnya kutitip sudah semua asa tanyakan padanya, telahkah dia kurung semua? kenapa aku masih saja lara merana, duka kuraba raba hati yang bertanya dan kosong ah, sedang kosong melompong kemanakah jiwaku dicolong? hingar bingar dunia ramai pula mata tangkap si kotak kaca tapi duhai peracik rasa hamba tetap menanyakan bayangnya di kepala bingung pula linglung akhirnya merasa aku pecahan debu egois mencari cari mimpi menari nari demi sendiri menyanyi nyanyi sedang sunyi apakah aku ini hamba yang melupa? apa aku ini sengaja sok gila? apa aku ini, ... dasar edan tak karuan sampai tak paham isyarat perasaan!

sajak seorang kawan_

akan kugubahkan kau seratus puisi bila mau akan kurayukan kau jutaan hati bila inginmu akan kucari akan kuberi pasti kudaki pasti ku arungi bila kau pinta untuk kau bahagia jangan kau tanya karena kita adalah selamanya janganlah bicara karena kita sudah satu jiwa kitalah lagu yang menari satu hati tanpa peduli emosi kawan sejati, kitalah sampai nanti denganmu denganmu tak lagi perih gores duri

gumaman kebodohan di bilik cinta

suatu saat ingin, hentikan keringkan seperti sisa rintik hujan namun nyatanya rasa ini adalah tetes tetes yang jatuh di telaga airnya membaur bersama isi jiwa tak bisa tak bisa lagi berbeda jadi mungkinkah kubuang dia? memang kadang ingin, gantikan tiap kali kucoba malah tumbuhkan terus harapan aku pesakitan gila bersembunyi di balik impian dan tersiksa di belakang impian memang beginilah aku yang dilarikan cinta jadi bisa sajalah bilang si bodoh pencari lara terus, teruskan kabar, kabarkan hai, teriakkan aku pecinta keras kepala biar matanya dengar semua tentang siksa, rindu, cinta, ragu tentang hati sekukuh batu dan menanti mata itu

pembasuh jiwa

aku ini sendiri pencari sepi buatku ramai cumalah dekil daki kotor, tak punya arti suka sekali aku dengan sendiri sampai kecanduan pekat kopi demi menyendiri bersama malam hari agar terlelap sepanjang pagi masalahnya bingung aku waktu tertawa tak ada binar lain yang jadikan sempurna juga ketika hati begitu luruh lara satu kawanpun tak paham mengapa aku ingin pembasuh jiwa, yang perhatikan langkahku tetap pada alurnya aku butuh sahabat sederhana yang perhatikan mimpiku tetap berkelana beri cinta, dan bahagia dengan jujur pula, bagi duka aku lihat itu dulu, kini juga nanti di senyummu sahabatku

realise

Gambar
i am waking up i am walking out opening my mind to realise the time listening my ears to whispering wind i wanna close the wound i wanna repair the torn skip the pebbles with ma smile see the dangers with spirit to dreamland i am waking up this is my morning time i am walking out this is my end offline i am back keep moving step by step

belum sampai menanti waktu

hitam, jernih, dan kelam tengah mataku menatap mereka mereka itu bersinar lalu bertambah terang ada lagi yang terbang dengan sayap lebar dan rasa sempit menyesak dadaku menghimpit, ingin kuhancurkan sampai gebyar semua sinis ketakutan aku benci mereka lebih lagi otakku saja aku lelah dan benci menjadi kurcaci anehnya mimpiku mau menunggu tenang saja di peraduan biru menyuruhku diam saja seperti batu kita belum sampai menanti waktu_katanya

besok

kala esok kala aku adalah si pikun tua renta bagaimana akan tertawa? tersenyum menikmati hidup, apa bisa? bila aku adalah si tua pengecut dari seorang manusia egois berangan kusut tak bisa apa apa kecuali membela diri sendiri dengan keras kepala apa bisa bahagia?

hidup, rasa, dan aku

hidup yang mengalir begitu panjang dan menuntutku seperti buruan rasa yang menyela lalu menyita segalanya dan menekanku mencicip derita aku yang ingin punya arti menopang untuk tetap berdiri hanya ada aku, hanya ada aku disini aku yang hidup juga merasa dan aku, yang akan bermimpi, berdiri menantang mati yang akan lantang memanggil makna datang aku akan menebar cinta aku akan acuhkan hina merasakan hidupku menghidupkan rasaku

when they tell me that u love me

i feel my breathe but cant take asleep imagine ur kind on my mind and ur say that never came how could i do? and no one could healing me from you my eyes, just wanna pick the rain one time, i look ur smile that risk my brain how could i do? i guess my heart loved you but truly i was lost whole my life then be stupid girl on a cmplicated case try help me, please! back my time back my mind back my dream on the wind back my whole mine then all of my shine they trap and u keep my key when they tell me that u love me

abstraksi tanpa emosi

yang menari nari di otakku seperti indah langit senja saat melukis sinar sinarnya dengan bantuan angin ada yang tersimpan yang perlahan kerap selubungi ragaku atau buat hati kehilangan fikiran dialah canduku jernih mengejek embun dedaunan atau melebihi pekat awan, boleh juga kubilang begitu karena artinya adalah luka abadi darahnya mengalir tanpa henti mengairi bendungan kenangan tanpa belas nurani aku ingin tersenyum, tak pantas menangis sebab potret itu tinggal menjajah mimpi dan logika karenanya pada waktu ingin aku buat pinta, langkahkanlah aku sampai lupa sampai tak harus begini gila sampai aku jadi raja untuk diriku yang dijeratnya february 2011 tak tahu!
selamat bikin gosip gag penting, manusia2 gag penting. aku sudah percya dgn driku sendiri. selamat menimbun dosa manusia2 penuh dosa, aku gag peduli kalian mau bilang apa. selamat menabung derita, Allah lebih bijaksana memutuskan cara membalas mereka. kita tunggu saja, siapa yang tersesat. asem, pacaran, hukume haram ugag pcaran, didakwa ngelakoni dalan haram ancen edan tenan!

saat begini

benci aku bila sedang begini! gerutuku pada hati tak suka aku bila kau kumat lagi! kudelikkan mata, mengancam sekat sekat logika aku lelah mencari hatinya aku kalah membuang artinya dan lemah hanya dengan sedetik matanya muak, aku muak sayang! menjadi perindu satu sisi yang cinta khayalnya tak mau mati biarkanlah semua diam menyesapkan dingin angin malam lalu berlari mengejar alur embun pagi tinggalkan dia mengendap di sisi hujan saat kudapati dia tak karuan aku tersirap_cinta ini belum pergi sungguh aku benci!

Tak bisa

yang kumau adalah dia sungguh aku tak tahu mengapa yang kurindu hanyalah dia sampai kusesatkan luka di ujung buta berikan aku mimpi tapi dia tak pernah kembali tak seharusnya getarnya kupelihara kutimbun kutumpuk di balik muara disisinya ombak berlari datang dan pergi menyentuh kalbuku seakan bermimpi ada yang kembali lagi lagi selalu mengisi ruang hati mendambanya sampai lelah di batas memar begetah tapi cinta itu tak mau kalah tinggal, disini.

seperti

merindukannya, seperti bulan di langitku menemukannya, seperti bintang di genggam tanganku menatapnya, seperti semesta yang menyatu mendengarnya, seperti tersirap maha lagu seperti seluruh tak percaya rasa ini ada seperti bongkah bahagia dan syukur pada_Nya seperti kamu seperti mencintamu seperti itu kubangun nada atas nama dia

kalut

aku takut, aku sakit akut ada hati yang kalut ada otak kusut aku takut sampai tak berani tanya pada bayang yang penuhi udara, _kenapa_ kenapa tak kau lepas saja?

A B dan aku

satu pena milyaran kata aku kesal, tak berarti apa apa biar seember puisi kutumpahkan atau segayung cerita atau satu bak surat cinta tak ada yang berubah aku kesal tak ada yang berubah milyaran kataku melayang sia sia itu saja.