Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2011

kamar ini sangat luas

ada bunyi kosong dari pipa listrik di balik tembok merah muda di bawah lantaiku yang kuning kusam bahkan di atas meja kamar ini terasa aneh kamarku luas karena tidak ada kamu di hatiku lalu apa yang bisa kukatakan pada mendung? yang menggantung di langit-langit atau alasan mataku berkabut putih menyedot tulang jadi ringkih hatiku terasa tandas, biru, dan kaku karena tidak ada kamu kita_ di telingaku terdengar seperti mimpi ketika tubuhku berbaring di kamar yang terlalu luas dan sepi_

sudut bisu

Gambar
inilah aku! siapa? seniman? sastrawan? sejarawan? budayawan? hah! sudut bisu mulutpun terpaku sakit rasanya paku itu sedikit berkarat membuahkan setetes darah dan nanah budakkah tanganku? bukan, dia merdeka lahir batin!! lalu kenapa tak ada gerak dari jarinya? sdudut bisu sendi buku jaripun membeku dingin tampaknya yang meresap bukan balok es seperti kristal yang tak pernah bisa mencair membingkiskan biru-biru kaku di lapis kulit angin, kenapa kau tak meniupku? bola surya, kenapa kau tak membakarku? pertanyaan_ sudut bisu dimanja kesunyian

sudah hampir dua purnama

Gambar
waktu berdetak kenapa tak berhenti saja? kamu memberiku alasan untuk bosan seandainya saja aku tak tahu apa itu waktu tak harus merasa lama aku menunggu sudah hampir dua purnama dan ribuan tetes hujan tapi dari pintu taman kamu tak juga datang

paranoid

Gambar
mereka bilang yang begitu itu paranoid. ada yang bilang kamu itu masuk mereka yang sakit jiwa. tapi gag sedikit yang berargumen seorang filosof adalah manusia bijak yang lebih dari 'biasa'. siapa kamu? jadi yang kini berdiri di depanku dan berkata rindu, atas nama apa? jika dia yang kucintai adalah gila, apakah juga? apa kita ini sama-sama gila? atau aku bisa memandangmu dari sudut waras saja? sampai akhirnya, muncul begitu banyak pertanyaan. seperti ini, aku jadi sepertimu dan mereka. siapa salah atau siapa benar? baik atau burukkah? tiba-tiba saja aku ragu dengan arti norma, teori, dan hitungan. karena siapa?