Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Cinta perempuan

Sorang perempuan yang menyukai kasak-kusuk Memanggil resah hati di malam hari Dadanya gelap penuh batu buangan Yang dia gelapkan dalam kata- kata siang O. senjakala Mengapa lahir tangis tak berurai Mengapa air tak berderai Tiap malam datang dan wicara berkelebat ke peraduan Sorang perempuan yang mencintai kasak-kusuk Sampai leburlah dia sendiri Dirinya tumpah dalam kotak hitam omong tetangga Warna-warna pudar dari mukanya, yang dulu merah muda O. Perempuan dan perasaan Betapa menyesatkan! Apakah gincu itu indah? Kasak-kusuk memujanya sepanjang jaman, barangkali jadi hukum Yang dipakai perempuan sembunyikan bau kecut, hatinya yang kalut Dari impian-impian yang dia gadaikan O. Perempuan O. Kesunyian O. Malam Bagaimana gelap bisa mencabikmu habis? Jika adamu sudah kikis dimakan parfum dan cat air? Yang bakal kamu kenakan tiap pagi Sorang perempuan terkadang mencintai kasak-kusuk Tapi dia bilang tidak skali-kali O. Fatamorgana malam Ampun setulangku kesakitan! ...

Cerita lama dan Penghianatan

Malam ini baiklah aku cerita sedikit tentang penghianatan, dosa asal manusia yang konon tak dibuat oleh tuhan. Dengan kata lain, penelikungan kepercayaan atawa penghianatan ini adalah masalah yang dibuat sendiri Oleh manusia. Benar tidaknya, aku tak ambil pusing, aku lebih memilih condongnya saja sebab segala hal yang tercium bau penghianatan pastilah menusuk hati. Lihainya, dibalik setiap kata hianat mesti ada sebuah 'rahasia', Oleh sebab itu bisa terlewat hidung sampai menusuk jantungmu langsung. Bukan satu dua kalilah aku dengar tebtang ini, masa sd adalah cerita penghianatan pertama yang kualami. Temanku mina namanya, yang tidak begitu pandai belajar dan lebih sering kuconteki ternyata lebih pandai masalah perasaan. Otakku yang masih kecil sekecil umurku tidak nyana bila mina memiliki perasaan istimewa pada teman laki-laki sekelas, yang, duduk tepat di belakangku, EKO namanya. Dimataku tidak ada yang istimewa dengan EKO, dia Anak laki-laki jahil, malas, dan slengekan sepe...

Cerita Seorang Kawan

Rasa sakit itu Sama dengan aku tak ingin tidur Tapi musti Sama jam dinding hari kemaren Tidak lagi gerak Tapi ada Sama dengan dia Sedang pecah terbentur kaca Jauh memang rumahku Dengan hatinya Satu titik pertemuannya bukanlah pagi Namun cerita Tentang luka Sedang luka Aku lihat dia melebur Jadi terigu Sedang angin darimana mana Menyekap persis malam gelap Aku dengar matanya merah Oleh tangis Yang jatuh ditangkup jadi dinding Rumahnya dari angin Pulanglah jiwa tak bernada Mainkan lagu kenangan Yang tak ditaui luka luka Hiduplah kunang-kunang Dari warisan kematian Kawan. -Buat FR

Tamasya

Menengok pantai Ombak bertempik Menyala di mataku biru ocehan air Cumbui karang Kadang-kadang memaksa Menengok pantai Anak air menggelinding Diam-diam menyuling pasir Dan batu-batu Kecil sekepal Pecahan rumah siput Dan rumput laut Jadi lukisan di mata Menengok pantai Angin tempias sampai dadaku (nyalak) Hai, jiwa muda! Nyatanya kau kanak-kanak lunak Pingin melompat Juga tidur Dengan deduri awan jingga Tak takut langit jadi makin dekat Juga menengok di bibir pantai Tembus di mataku Pecahan masa lalu Ngedan, 1 Januari 2018