renungan mimpi
mimpi terpaku, wajahnya tampak murung. sang waktu datang menghampiri dengan heran, simpati, menghela nafas melihat tangis di ambang mata mimpi kecil. ada apa? waktu bertanya pelan. mimpi kecil menoleh. "aku bingung," ucapnya. dulu aku meldwatimu dgn penuh semangat dan kepercayaan besar, aku akan jadi nyata, bukan sekedar mimpi tak pasti yang tak berujung. aku yakin, karena kita bisa merubh takdir bila memang berusaha."lalu kenapa sekarang kamu bersedih? tetaplh menantiku, berjalan bersamaku, kita persiapkan semua dari sekarang. kamu pasti jadi nyata, aku yakin"ujar waktu.mimpi kecil menoleh, dia tersenyum getir sebelum membuka mulut. aku hanya mimpi kecil, bagaimana aku akan percaya bila nyata selalu tersenyum sinis mengejekku? logika menertawakanku. mereka bilang aku hanya khayalan masa kecil dan patut terbuang. sudah saatnya aku lenyap dan membiarkan pemilikku menjalani hidup normal, apa adanya. mungkin mereka benar, aku harus segera menghilang. mimpi kecil mulai menangis. "tunggu" sela waktu. "jangan menyerah disini, tidakkah kau tahu begitulah sifat buruk logika? menjepit mimpi2 agar samar. biarkan saja! tetaplah hidup. aku tetap bersamamu. aku sang waktu, ada dari dulu hingga kiamat tiba, kamu kira apa yang membuat hidup memnjadi begitu indah? hanya satu kalimat, senyuman sebuah impian". dan mimpi kecil tersenyum melihat tulus waktu untuknya.
mimpi itu, ada untukmu.
BalasHapuswaktu dan mimpi... akankah terus sejalan? logika mempunyai sifat butuk, tidakkah mimpi juga punya?
BalasHapusapakah waktu akan benar-benar sabar menyimpan sang mimpi dan menunggu perwujudannya? logika mempunyai sifat buruk, tidakkah mimpi juga punya?
BalasHapus