di sudut hujan

garis garis tipis turun perlahan
membatasi udara hampa
melewati baris daun daun hijau muda
meluncur turun
terus memecah diri menjadi kepingan air
melompat dan berlari

angin utara datang
kau serong ke sisi selatan
hai, mata yang terlalu akrab dengan perasaan
ternyata lagi lagi kau bela dia
mengintipkan garis tipis dari jendela
menerawang bersama udara

agar aku pergi dari alam nyata
agar aku berlari menemuinya

tenang saja meski tak mampu tertawa
karena sudah lelah,
tak tampak kasat luka memerah
hilang suapa tanpa desah
tak sampai ada dahaga, menyerah

jadi tak perlu aku takut
tak akan surut
mengenangnya
atau pula mengingatnya
di belakangku kau bersembunyi di sudut hujan
dan aku beku,
getas merasakan gemuruh menajam

kala tampaknya jantungku belur
sampai kakipun mendadak kabur
berlari dari jebakan alur
hancur, aku sudah ingat
pernah hancur

karenanya_jika saja sakit tak lagi rasa,
menangkap bayangmu dari garis hujan bukanlah soal

mungkin juga aku salah,
ada yang salah,
lalu memenuhi kepalaku sampai dingin pilu
ada kamu dimana mana
ada kamu menjajahi udara

ah!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita lama dan Penghianatan

my world...my words....

mencoba IKHLAS itu indah!