cangkirmu, sayang


sayang
dua cangkir itu masih merasaiku
genang airnya mengantarkan perahu-perahu untuk benih baru
pekatnya
mewarnai bendera-bendera kecil untuk menamaku
namamu juga terbisik lewat bibirmu sendiri

sayang
kopi itu kita tuang serupa piring
lalu kita seduh dengan aroma kasih
kasih yang tak cukup hanya secangkir

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita lama dan Penghianatan

my world...my words....

mencoba IKHLAS itu indah!