Catatan 1
Malam, atau subuh ini atau jaga sekali ini- aku ingat bilik harum duniaku yang dulu, ada rasa tenang, keyakinan, damai, kebersamaan, teduh, dan 'aman' atau 'benar', atau, seperti pelangi kontras dengan tanah, semakin jelas jika pandang makin dari bawah.
Lalu aku ingat, hampir tak ada empati di tempat, tak ada air mata untuk kenyataan, atau, ah, suara tangis melarat dan perut lapar. Atau ada, sebagai anganan, mungkin kuluman kalam, di kaki-kaki diam.
Tidak, itu setengah atau seberapa yang kutahu, ah, tak pernah juga jiwaku bergejolak atas nama kemanusiaan, kenangku.
Mungkin aku salah ingat, atau, ah, bisakah aku salah rasa? Di kendeng di ujung tembok ratap di kulonprogo
Dimana-mana di tepian jalan dimana-mana direnyai tangis penindasan,
Ya betapa nikmat ketidaktahuan, ah ya, betapa silau kebenaran.
Sekedar.
Komentar
Posting Komentar
mau ngomong? monggo....