Karang

Saat berada di tepi ombak
Di atas Karang
Aku sering mengimpikan jatuh bercium dengan air
Betapa angin nakal
Sering bisik-bisikkan pikiran bodoh
Untuk benar-benar pergi hancur
Biar hilang

Dari atas Karang
Aku lihat lubang berdinding
Sisa-sisa tubuhnya yang dulu entah
Kotak bulat atau segitiga
Aku lihat penantian yang melumut
Bertahan meski digerogoti anganan
Aku lihat sekali itu
Air mata berdesak keluar dari tiap
Inti lubang pori-pori serenta nestapa tetapi baik-baik saja

Aku tahu
Manusiapun bisa berdamai dengan luka
Yang dibakar ditiup dianginkan hatinya sendiri
Manusia lahir membawa bara
Dibawa-bawa dalam rangka cinta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita lama dan Penghianatan

my world...my words....

mencoba IKHLAS itu indah!