pahit tapi telah tergigit

terangku,
bagai abu-abu di telan senyumnya

bilamata sudah terbuka,hatipun sadari, disusul fikirku yang tak tidur, kenapa harus tetap begini? seperti pengemis yang menghiba dengan sya'ir picisan! mengais-ngais tanah, agar setetes hujan sudi turun, untuk jiwa yang hampir pecah!

kenapa harus pecah?

gigilku menyeruak
menggerogoti tulang kewarasan
jawab!
aku butuh kinanthi sebelum pathi!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita lama dan Penghianatan

my world...my words....

mencoba IKHLAS itu indah!