tAmpArAn hAmpA

terang menusuk mata
sinar langit meresap sampai jiwa
ada abu-abu di awan itu
mengaduh_meragu
menggigil di balik selimut biru
kokoh tembok serasa menghantam
sesak, tak tertangguhkan!
serat otakku menjalar tanpa tepi
terseret detik-detik tenang tapi menyakiti dalam bebas nafas
berasa terikat tanpa bisa lepas
wahai pelipur sepi
maafkan!
anganku bertanya mengap dicipta?
ragaku tak tahu mengapa ada?
fikir yang hanya mampu berjalan
tak berujung!
hati tak merasa akan berakhir kemana,
benarkah,
bahkan langit ini hampa?
Komentar
Posting Komentar
mau ngomong? monggo....