biasanya cinta

"wa...gag ada merahnya! hebat kamu zi! ini juga, bisa2nya balaghah dapet sembilan! masyaAllah, aku yang begadang semaleman aja udah cukup sama enam!" cletuk keysha menggeleng2 takjub. zifa cuma tersenyum kalem. dia kira kata2 key agak hiperbol, rapor tanpa angka merahkan memang target yang harus dicapai semua murid, apalagi kelas tiga aliyah. masalah dapet sembilan, zy pikir dia cuma beruntung, dan dia sangat bersyukur untuk itu.
"kamu ki bisa aja, justru yang sederhana itu yang indah. posisi di tengah2 seperti angka enam akan selalu memotivasi kita untuk maju. kalau aku malah gag enak, bakal terus ketakutan seandainya angka sembilan ini anjlok ke bwah, ya kan?"
"alah zi, kamu ini. bilang aja lalo cma maw nglegakke atiku! dimana2 yang namanya 9 akan selalu lbh baik dari 6!" sahut key pura2 manyun. zy senyum lagi.
"yo wis, aku ngalah ae...ayo kita keluar aja, tak traktir ngenet satu jam full!"
"beneran? oke deh!" keysha berdiri penuh semangat.
"e e e, maksdnya ba'da ngaji di sarean lho!"
"iya...iya... ini kan kamis malem jum'at yak!"
___
"pasti buka facebook, ya?" tanya keysha yang tiba2 nyelonong di samping zifa.
"eng9ak kok..."
"oh, ngetweet?"
"ng9ak juga! ngeblog. nih liat kalo gag percaya," zifa menunjuk layar LCD di hadapannya.
"jadi kamu ng9ak punya fb ato twitter zi? masa sih?"
"bukan gag punya,tapi belum pengen punya. kayaknya aku belum cukup butuh sama jejaring sosial sejenis fb atau tweet. udah ah, kamu blik ke ruangan km sndiri gih. ng9ak konsen nulis nih kalo dipelototin kamu terus!" keysha mencep diusir begitu.
"iya, iya," ujar key jutek lalu pergi setelah menjulurkan lidah.
___
zifa tersenyum tipis setelah keyla pergi, dengan hati-hati diedarkan matanya menyapu semua huruf di dasbor, tapi tetap tak menemukan apa yang ingin dia temukan. selanjutnya dia hanya mampu menghela nafas kecewa. dengan malas zifa menggerakkan kursor untuk membuka tampilan blog lucunya. tapi tak selang berapa lama, wajahnya berubah. jelas zifa tampak kecewa.
"kok mash gag ada komentar dari afif ya? dia kenapa sih?" zi membatin hampir bersamaan dgn tangannya yang mengarahkan mouse ke link pengikut. sebuah nama diklik _afif afa_ link blog afif langsung terbuka.
"ng9ak ada entri baru juga, kemana sih ni orang?! kangen tau'!" zy meng9umam sebal. padahalkan dia mau say hello ples nanyain hasil ujian afif, shbt maya yang juga temen st sekolah. sudah hampir sethun ini mereka bertukar cerita. tapi sekarang, sudah seming9u lebih dia gag dapet kabar. afif kayak ngilang.
akhirnya, rela gag rela, zi kembali ke blognya sendiri lalu nerusin cerpen bru yang belum ia selesaikan. hatinya berkecamuk, beginikah rasa rindu tak sampai?
___
terik panas menyengat. berkali2 zi mengusap peluh. dia, key, dan segerombol anak tiga aliyah lain melangkah pelan menyusuri jalan ke skolh. sebenernya zi itu ng9ak terlalu suka ng9rombol begini. dia lebih suka berangkat mepet bel, jalanan lebih sepi, kang2 ngeceng juga ng9ak banyak, lebih nyaman aja! tapi berhubung hari ini jam pertama dikuasai pak syafiq, zi harus berangkat lebih awal kalo gag mau nyanyi di dpn kelas karena kalah cepep 5 beliau.
"sst...zi!" seng9ol key membuat cewek itu ndongak.
"apa?"tanya zi polos.
"gus faiq itu lho..." goda nadia b3rbisik dari belakang. zi mendengus lalu noleh datar. benar, dari arah berlawanan memang ada gus faiq dan segerombol bala tiga aliyah putra. dalam hitungan detik mereka pasti bakal pas papasan.
tung9u, kalo gerombolan kelas tiga berarti ada.... matanya sibk mencari2.
zi tersenyum lebar. agh, itu dia! tepat di barisan paling belakang. nyesz... akhirnya hatinya bisa hidup lagi setelah dua bulan dua puluh dua hari mati gara2 rindu. fiuh!
"cie...zifa...!" gerundung temen2 serempak. belakangan ini gosip antara zi sama gus faiq emang lagi jadi top news di pondok. gus faiq yg mendengar jadi senyum2 sendiri. bukan rahasia lg kalau gus faiq udah kecantol zifa sejak tsanawy. jadilah grundungan pihak putra menyusul. lebih geger, lebih dahsyat.
zi melongo, berlagak gag tau apa2 dan gag dger apa2. tetap mengarahkan pandangan ke baris paling belakang, seseorang yg membuang muka dan tersenyum pura2, afif muhammad.
___
"wallahu a'lam bis shawab..." serentak anak2 berdiri setelah anak yang ngaji terakhir didawuhi menutup ngaji hari ini. zy sama keysha berlari paling cepat ke teras. maklum, pang9ilan darurat alias kelaparan!
"sha, balik lewat jalan muter yuk! biar bisa jalan2..." ajak zi sambil memakai sandal selopnya.
"okelah, tapi nanti langsung beli makan ya, kelaperan berat nih... tadi gag sempet sarapan". Zi ngang9uk, sualnya dia jg belum sarapan.
mereka berjalan ning9alin temen2 yang lain. ng9ak sabartmau beli nasi miringnya bek rusmi. nasi miring tuh cma istilah ciptaanx para santri yang biasa makan disana, alias nasi mie sama kering. hehehe. eitz, jangan salah, meski cuma sekedar olahan tempe, tapi rasa tempe kering beliau boleh diadu kok sama KFC! podho enake.
"assalamualaikum, nasi bungkus dua ya bek!"
"waalaikum salam. yo sedilok, sakbare nang iki yo zi..."Sahut beliau kalem. zi ngang9uk dengan senyum manis. dia duduk disamping keysha lalu noleh kesatu2nya sosok lain yang datang sebelum mereka. DHEG! getaran itu begitu hebat menjalar di slruh pori2nya. dia... balik noleh sekilas ke zifa, ada sesuatu yang berusaha ditutupi dari mata itu.
zi nunduk, mengatur nafas dan fikiran. kenapa rasanya sama afif makin menjadi2 gini sih? sebel. undzur ilaihi zi, look! dia cuek banget ma kamu! sama sekali gag peduli.
___
"maaf, aku gag bisa ngendaliin diri dan nerima tawaran gus faiq buat jadi PTT kalian. maaf aku nggak bisa ngendaliin hati. maaf aku gag tahu diri. maaf, yang salah cuma aku, jadi tolong beri aku maaf. bila ternyata semua jadi serumit ini, aku minta maaf. sungguh aku gag berniat apa apa. jadi teman yang baik buat kamupun aku gag bisa, apalagi berani berfikir lebih? selama ini saya sudah salah kaprah, maaf sudah buat kamu begitu resah. sungguh tak pantas bila ada rasa untukku. aku hanyalah seorang pengemis yang masih mengais kata "siapa" untuk tubuh. tak usah lagi kau ikuti, tak perlu lagi kau peduli. mungkin kamu akan benci. biar, bencilah aku setengah mati. maaf"
email masuk tanpa diundang itu membelalakkan mata zifa. sedetik kemudian ada yang mengalir dari sana. titik titik tak berwarna. "dasar vian bodoh, nggak peka! bisa bisanya dia ngomong gini? bodoh bodoh! kamu pikir aku nggak berhak suka sama kamu? kalo buat kamu kita begitu nggak mungkinnya karena nggak pantes, lalu yang pantes itu gimana? saya salah, kamu juga salah, bagaimana mungkin aku bisa ngerasa begitu luar biasa dengan suka sama kamu? apakah rasa ini biasa? bagaimana aku bisa nanya, kamu udah menyerah sepihak, dengan cara yang terlalu menyakitkan." batin zifa menceracau, tak karuan. di bilik warnet dia terpuruk, tergugu, nggak tahu.....
dia benci sama afif, karena dia cinta. bagaimana?
___
ending.
ditunggu cerita selanjutnya... ^_^
BalasHapus