abstraksi tanpa emosi
yang menari nari di otakku
seperti indah langit senja
saat melukis sinar sinarnya dengan bantuan angin
ada yang tersimpan
yang perlahan kerap selubungi ragaku
atau buat hati kehilangan fikiran
dialah canduku
jernih mengejek embun dedaunan
atau melebihi pekat awan,
boleh juga kubilang begitu
karena artinya adalah luka abadi
darahnya mengalir tanpa henti
mengairi bendungan kenangan
tanpa belas nurani
aku ingin tersenyum,
tak pantas menangis
sebab potret itu tinggal menjajah mimpi dan logika
karenanya pada waktu ingin aku buat pinta,
langkahkanlah aku sampai lupa
sampai tak harus begini gila
sampai aku jadi raja
untuk diriku yang dijeratnya
february 2011
tak tahu!
seperti indah langit senja
saat melukis sinar sinarnya dengan bantuan angin
ada yang tersimpan
yang perlahan kerap selubungi ragaku
atau buat hati kehilangan fikiran
dialah canduku
jernih mengejek embun dedaunan
atau melebihi pekat awan,
boleh juga kubilang begitu
karena artinya adalah luka abadi
darahnya mengalir tanpa henti
mengairi bendungan kenangan
tanpa belas nurani
aku ingin tersenyum,
tak pantas menangis
sebab potret itu tinggal menjajah mimpi dan logika
karenanya pada waktu ingin aku buat pinta,
langkahkanlah aku sampai lupa
sampai tak harus begini gila
sampai aku jadi raja
untuk diriku yang dijeratnya
february 2011
tak tahu!
Komentar
Posting Komentar
mau ngomong? monggo....