belum sampai menanti waktu

hitam, jernih, dan kelam
tengah mataku menatap mereka
mereka itu bersinar
lalu bertambah terang
ada lagi yang terbang
dengan sayap lebar
dan rasa sempit menyesak dadaku
menghimpit, ingin kuhancurkan
sampai gebyar semua sinis ketakutan
aku benci mereka
lebih lagi otakku saja
aku lelah dan benci
menjadi kurcaci

anehnya mimpiku mau menunggu
tenang saja di peraduan biru
menyuruhku diam saja seperti batu
kita belum sampai menanti waktu_katanya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita lama dan Penghianatan

my world...my words....

mencoba IKHLAS itu indah!