gumaman kebodohan di bilik cinta
suatu saat ingin, hentikan
keringkan seperti sisa rintik hujan
namun nyatanya rasa ini adalah tetes tetes yang jatuh di telaga
airnya membaur bersama isi jiwa
tak bisa
tak bisa lagi berbeda
jadi mungkinkah kubuang dia?
memang kadang ingin, gantikan
tiap kali kucoba malah tumbuhkan terus harapan
aku pesakitan gila
bersembunyi di balik impian
dan tersiksa di belakang impian
memang beginilah aku yang dilarikan cinta
jadi bisa sajalah bilang si bodoh pencari lara
terus, teruskan
kabar, kabarkan
hai, teriakkan aku pecinta keras kepala
biar matanya dengar semua
tentang siksa, rindu, cinta, ragu
tentang hati sekukuh batu
dan menanti mata itu
keringkan seperti sisa rintik hujan
namun nyatanya rasa ini adalah tetes tetes yang jatuh di telaga
airnya membaur bersama isi jiwa
tak bisa
tak bisa lagi berbeda
jadi mungkinkah kubuang dia?
memang kadang ingin, gantikan
tiap kali kucoba malah tumbuhkan terus harapan
aku pesakitan gila
bersembunyi di balik impian
dan tersiksa di belakang impian
memang beginilah aku yang dilarikan cinta
jadi bisa sajalah bilang si bodoh pencari lara
terus, teruskan
kabar, kabarkan
hai, teriakkan aku pecinta keras kepala
biar matanya dengar semua
tentang siksa, rindu, cinta, ragu
tentang hati sekukuh batu
dan menanti mata itu
Komentar
Posting Komentar
mau ngomong? monggo....