anak manja
hahahaha, hari itu aku cuma bisa sembunyi sembunyi menertawakan diri sendiri. sekaligus ada sebuncah syukur, alhamdulillah, lagi lagi Alloh mengajariku sekeping makna hidup.
dia temanku, sudah kenal sejak lama, tapi baru akrab tiga tahun terakhir. awalnya kupikir dia itu ya... 'sekedar' anak aktif dan pintar biasa. seperti teman teman lain. ada kagum, yang tidak terlalu.
ternyata aku salah. sekarang aku baru tahu, dia lebih dari itu. dia begitu istimewa.
aku malu. mengingat semua tingkah bodoh dan tak perlu, atau semua tangis tak berguna. hah... aku malu sekali.
disaat menginjak angka sembilan belas, aku masih begini begini saja...cengengesan tanpa dosa, dia sudah menjadi sosok yang begitu kuat dan dewasa.
"entah kenapa, bahkan sekarang air mataku sepertinya sudah mampet, sulit sekali untuk sekedar menangis dan meluapkan semuanya", akunya sore itu. mataku membulat, dan tercekat.
"apa seberat itu mbak? padahal, selama ini aku diam diam iri sama keteguhan mbak lho!"
dia tersenyum tipis. lalu cerita itu mengalir. bagaimana beratnya menjadi yatim sejak kecil. bagaimana beratnya menahan diri menahan sindiran sindiran miring para tetangga, bagaimana sulit dia tahan ketidaknyamanan berkumpul dengan keluarga besar yang 'seakan akan' mengacuhkan mereka. bagaimana dia berjuang menasehati diri sendiri untuk tetap berjuang dan bersabar.
dia gadis sederhana, tapi dimataku begitu kaya. sahabat yang begitu bijak. dia sabar, tapi melangkah pasti menatap masa depan. tetap begitu semangat mempelajari segala hal, menuntut ilmu tanpa lelah.
hah, kalau begitu siapa aku? dibanding dia, aku seperti anak manja yang tak mengerti apa apa. anak manja, malas bergerak kemanapun. hah...aku masih belum melakukan apa apa! dasar! memang anak manja!
makasih mbak, alhamdulillah... kamu bantu aku membuka mata. aku harap, aku juga bisa bantu kamu semampu yang aku bisa. jangan menyerah, tetaplah seperti itu. kita lukis masa depan dengan jutaan makna. oke? +_+

Komentar
Posting Komentar
mau ngomong? monggo....