di sisi cerita
saat gelap luruh di awal subuh
antara kelebat-kelebat kalam sesal
menyesak pelan-pelan menjerah akal
si lelaki bermata hujan
yang berlubang dalam
lalu semburat menyapa
warna gelap sama indah seperti senja
cahaya mulai muncul
memenuhi udara pagi merasuk berkidung
yang berjalan bertopeng hitam
akhirnya kutemukan sayu lugumu
bisa kusirami hati
kini
mampu ku tawar kelu
semakin terang cerita semakin nyatakan aku gila
lelaki aneh bertudung kelabu
memenuhi kenangan
meski harusnya telah kulupa
adaku sekarang malah mengairi harapan
meski katanya dia adalah luka
biar saja godam terus menjerang
remukkan sisi demi sisi sapa si lelaki
tampaknya batinku tetap tak malu bertahan
aku
termakan khayalan
antara kelebat-kelebat kalam sesal
menyesak pelan-pelan menjerah akal
si lelaki bermata hujan
yang berlubang dalam
lalu semburat menyapa
warna gelap sama indah seperti senja
cahaya mulai muncul
memenuhi udara pagi merasuk berkidung
yang berjalan bertopeng hitam
akhirnya kutemukan sayu lugumu
bisa kusirami hati
kini
mampu ku tawar kelu
semakin terang cerita semakin nyatakan aku gila
lelaki aneh bertudung kelabu
memenuhi kenangan
meski harusnya telah kulupa
adaku sekarang malah mengairi harapan
meski katanya dia adalah luka
biar saja godam terus menjerang
remukkan sisi demi sisi sapa si lelaki
tampaknya batinku tetap tak malu bertahan
aku
termakan khayalan
??? Bahasa puisi itu aneh ???
BalasHapusSaya tak bisa memahaminya...hahahaa..
Kini hanya tertinggal puink" pusing krn mencoba tuk mengartikan'y....
Ckcckk....peace non... :D
maklum wkt d skolah dlu tiap pelajaran bhs.indo tentang bikin puisi...
Saya lgsg kaburrr k kantin skolahan.hee....
hahahahahaha, saya juga nggak tahu kenapa suka nulis puisi? ngalir aja kayak sungai heheh
BalasHapus