sajak kita
dia bilang
hanya punya cinta sederhana
tapi untukku
bukan sesederhana langit yang begitu saja biru
dia bilang
hanya mampu tuangkan rindu sederhana
tapi untukku
tak sesederhana lidah-lidah angin lewat di pucuk mataku
ketika bersamamu
dia bilang
aku bukan pecinta seperti yang biasa bisa mencinta
tapi sederhanamu adalah sajak yang tak pernah habis mengalur di dadaku

Komentar
Posting Komentar
mau ngomong? monggo....