no title_you

kamu rebut hatiku,
awalnya
lalu mataku
kakiku
rasaku
jariku

kamu hancurkan dingin bibir
kamu biarkan seluruh pori tersisir

kamu seperti jembatan tipis
ketika waktu di telingaku berdesis
dan fikiran jatuh selalu menggiris

kamu
kamu
kamu

Komentar

  1. Halo apa kabar? pasti baik-baik aja ya. Puisimu yang ini sepertinya penuh penghatan. Kayak menceritakan liku-liku percintaanmu. :-) Terus menulis ya. Semangat. Salam Pena.
    Sekarang saya aktif di blog yang baru, silakan kalo mau memberikan komentar untuk tulisanku yang baru tayang di sini http://mnurulikhsansaleh.blogspot.com/2012/06/meningkatkan-budaya-baca-masyarakat.html :-)

    BalasHapus
  2. wah, makasih banyak buat komentarnya... jadi semangat nih! okidoki, pasti q browse blog barunya, hehehe :3 semangat!!

    BalasHapus

Posting Komentar

mau ngomong? monggo....

Postingan populer dari blog ini

Cerita lama dan Penghianatan

my world...my words....

mencoba IKHLAS itu indah!