relativitas

terlalu banyak perbedaan dan relativitas dalam hidup ini, satu hal yang sekarang baru benar-benar saya sadari. ambigu. sepertinya tak ada lagi pegangan, satu, yang bisa saya percayai, seperti dulu. bila orang jawa menggunakanmasa lalunya sebagai cermin, maka dimanakah cermin saya? mungkin ada, namun mata saya tampaknya tengah buram, tertutup 'debu' buku-buku berteori baru yang memenuhi kepala saya. akankah suatu saat saya menjadi 'intelektual kulit' tak berisi? saya begitu takut, membuat saya terlalu ragu memilih tipe saya sendiri. seseorang mengajarkan saya keanekaragaman dan ketegasan pendalaman. namun semakin saya mendengar, semakin saya kehabisan pegangn untuk mengidentifikasi 'hakikat' saya sendiri. betapa yang tampaknya putih akan begitu mudah menjadi hitam esok hari. atau yang hari ini saya anggap patriotik akan menjadi penghianat besok pagi. ketika otak saya berubah, saya harus siap mengatur dan mempertanggjawabkan semuanya dari awal, itulah yang sangat saya takutkan saat ini. ketika saya menyisipkan 'percaya' dibelakang susunan nama seseorang dalam perspektif saya, justru ketika itulah saya mulai merasa ketakutan. bagaimana kalau saya salah? atau bagaimana bila esok saya akan menyakiti dia sebab kesalahan saya. begini sombongkah manusia? atau memang tak seharusnya manusia mengakui satu titik_pun sebagai miliknya? maka pada saat itu keanekaragaman akan menampakkan diri sebagai satu kesatuan yang utuh...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita lama dan Penghianatan

my world...my words....

mencoba IKHLAS itu indah!