AMORA MARI
Mari mari la la la la
Apa lacur jika daya sudah lepas
Aku tak kenal waktu, kataku
Jadi siapa gentar cakarnya yang kental?
Mari mari kusiap ribuan duri
kupetik dari bolong bohong bilik terhitam
Lalu lihat, siapa yang gentar!
Apa lacur jika daya sudah lepas
Aku tak kenal waktu, kataku
Jadi siapa gentar cakarnya yang kental?
Mari mari kusiap ribuan duri
kupetik dari bolong bohong bilik terhitam
Lalu lihat, siapa yang gentar!
Iya iya la la la la
Aku hina dina rendah miskin bangsat bajingan
Kemunafikan muncul dari mana mana teras nadiku ada
Menari-nari teriak aku aku AKU!
Aku hina dina rendah miskin bangsat bajingan
Kemunafikan muncul dari mana mana teras nadiku ada
Menari-nari teriak aku aku AKU!
Iya aku tidak apa!
Tidak riut
Tidak carut
Tidak luka-luka, soal
di wajahku, ada pelawak bermuka dua
Tidak riut
Tidak carut
Tidak luka-luka, soal
di wajahku, ada pelawak bermuka dua
Itu liriknya bingungkanku, selalu
Baik baik, beginilah riuh hidup!
Yang merah hidungnya
Yang kuning pipinya
Yang biru di kaki-kaki
Tahu aku segala lendir tipu rayu!
Hampir segala, kurasai.. hik hik
Baik baik, beginilah riuh hidup!
Yang merah hidungnya
Yang kuning pipinya
Yang biru di kaki-kaki
Tahu aku segala lendir tipu rayu!
Hampir segala, kurasai.. hik hik
Mari mari la la la la
Himnekan saja himnekan saja
Tanganku tidak bicara
Tapi api merambat di niala
Himnekan saja himnekan saja
Tanganku tidak bicara
Tapi api merambat di niala
24 okt 17, Wahyuni S
Tanah biru_
Tanah biru_
Komentar
Posting Komentar
mau ngomong? monggo....