KALA TEMARAM
Hari berlalu pelan dan sunyi
Namun ingatan melompat begitu jauh
Di telapaknya semua ialah kala
Bertelempik diantara lupa cerita
Detik merambat panjang dan pasti
Penuhi batang pohon tua yang cokelat
Keabuan
Seperti lelah guraukan fana
Jenuh tak kunjung lepas,
Bahkan ketika kupu-kupu jingga
Dan hijau
Dan kuning mayang
Tinggal dari angin dunia seberang
Dan waktu mengalir tanpa air mata
Peduli tidak pada luka duka dan nganga
Setengah aku kukuh di kakinya
Separuh lagi merajuk pada matanya - kian nyala
Maka hitampun mengaku
Merah menyaru
Gading dan lendir putih - rantas
Di tapak pohon - retas
Komentar
Posting Komentar
mau ngomong? monggo....