PUSTAKA KALA
Konon- bau buku menyelumpit diantara kertas-kertas layu
menggerogotinya usia segala angin, segala dingin, juga debu tentu
aroma malam yang kurindukan persis berdiri dibelakangmu
antara rak berkayu juga tembok yang tak selamanya muda
disini usia terparut jadi melodi menenangkan
mata bening kanak-kanak yang selalu terbuka
mimpi para tetua berlari dalam diam
juga keresahan diriku ikut larut melewati sangkar kaca
terbuka semua jala dan penjaring duniamu yang gelap
melandai saat ini dari buaian kaku
aneh, menyenangkanku
menggerogotinya usia segala angin, segala dingin, juga debu tentu
aroma malam yang kurindukan persis berdiri dibelakangmu
antara rak berkayu juga tembok yang tak selamanya muda
disini usia terparut jadi melodi menenangkan
mata bening kanak-kanak yang selalu terbuka
mimpi para tetua berlari dalam diam
juga keresahan diriku ikut larut melewati sangkar kaca
terbuka semua jala dan penjaring duniamu yang gelap
melandai saat ini dari buaian kaku
aneh, menyenangkanku
Jadi- ijinkan ragaku sebentar memuda
lepas mentari pergi aku akan kembali
memutar roda-roda mati tua
akar tanganku sendiri
lepas mentari pergi aku akan kembali
memutar roda-roda mati tua
akar tanganku sendiri
Komentar
Posting Komentar
mau ngomong? monggo....