Ketika Mulutku Bicara

Ketika mulutku bicara
Pertama ialah air, lalu
Bangkai yang mengalir tembus di terumbu
Lalu mulutku bicara
Mendandan bersolek suka cita senja
Yang kuning lalu meria nyala
Kemudian malam hitam sekal sesak
Digulung dingin sendiri

Ya mulutku bicara,
Tetap tiada jera menjejali kenangan-kenangan
Dengan anting dengan gelang juga tiara-tiara buatan
Diambilnya dari liang sepi yang acuh
Gemar bohong sebab butuh

Telingaku luntap, pingin jatuh seperti derak kuda
Yang tertiup angin, pasti musna
Ketika mulutku bicara
Yang tak hentinya
Bicara
Bicara
Bicara mulutku tiap ketika

-Wahyuni S

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita lama dan Penghianatan

my world...my words....

mencoba IKHLAS itu indah!