KUINTIP PERIHAN
Di sela kantuk malam itu
Kuintip perihan lagu dari masa lalu
Berbias-bias, menari-nari dalam liang diam
Liang dalam
Dari kematian atau jiwa-jiwa yang terpisah
Bersama arwah, hujan menjadi tali pelangi
Tanpa warna
Yang indah
Yang bukan apa - apa
Kuintip perihan lagu dari masa lalu
Berbias-bias, menari-nari dalam liang diam
Liang dalam
Dari kematian atau jiwa-jiwa yang terpisah
Bersama arwah, hujan menjadi tali pelangi
Tanpa warna
Yang indah
Yang bukan apa - apa
Namun, (lagi-lagi namun)
Malam orange menusuk mahligai batu
Tersimpan di mataku
Perihan perawan layu
Indah, dalam tangis dikeriut kalbu
Kubisiki kakinya bernyanyi
Rambutnya ditetari ria-ria, tinggi cemara
Malam orange menusuk mahligai batu
Tersimpan di mataku
Perihan perawan layu
Indah, dalam tangis dikeriut kalbu
Kubisiki kakinya bernyanyi
Rambutnya ditetari ria-ria, tinggi cemara
Mabuklah jadi aku atau dia
Dalam purnama duka
Kuintip, sebentar lagi fajar
Dan kunanti malam, lain jadi bayang
Kita duka bersama
Tiada kala
Kulumkan jerih-jerih kecil,
Di pangku ibunda
Dan kunanti malam, lain jadi bayang
Kita duka bersama
Tiada kala
Kulumkan jerih-jerih kecil,
Di pangku ibunda
- Wahyuni S
(untuk nama-nama)
(untuk nama-nama)

Komentar
Posting Komentar
mau ngomong? monggo....