PALSU (wajahwajah)
Entah bagaimana di surup nirmaya,
Kudengar kuningmu merahmu (padaku)
Nan palsu
Kudengar kuningmu merahmu (padaku)
Nan palsu
Kulihat renyuhmu renyahmu (buatku)
Dan palsu
Dan palsu
Kemudian diantara setakir cerita yang jatuh,
dari gergasi ranting waru musim kemarau
Aku jadi lembab sembunyi di bawah akar rumput
Takut - takut, gemeretar
(menatap kau)
Ia bibir palsu tapi senyum-senyum
Ia mata palsu yang menyeling ranum
Ia bibir palsu tapi senyum-senyum
Ia mata palsu yang menyeling ranum
Dan mengerling, jerat ayu bergincu beling
Aih, hidungmu itu berkeringat!
Aih, hidungmu itu berkeringat!
Palsu baunya
Pikiranmu susut dibalik riut karat!
Pikiranmu susut dibalik riut karat!
Berwadak tembaga lunak muda
Yang cantik,
Hatimu
Jiwamu
Nadamu
Nadimu
Rasamu
Kau palsu biar ayu?
Jiwamu
Nadamu
Nadimu
Rasamu
Kau palsu biar ayu?
Duh kanda hanuman, amboi palsunya indah!
(Tiada jala, tiada jala!)
Geronggong saja dipapa wadah
-Wahyuni S
Buat kawan lama
Komentar
Posting Komentar
mau ngomong? monggo....