Tamasya

Menengok pantai
Ombak bertempik
Menyala di mataku biru ocehan air
Cumbui karang
Kadang-kadang memaksa
Menengok pantai
Anak air menggelinding
Diam-diam menyuling pasir
Dan batu-batu
Kecil sekepal
Pecahan rumah siput
Dan rumput laut
Jadi lukisan di mata
Menengok pantai
Angin tempias sampai dadaku
(nyalak) Hai, jiwa muda!
Nyatanya kau kanak-kanak lunak
Pingin melompat
Juga tidur
Dengan deduri awan jingga
Tak takut langit jadi makin dekat
Juga menengok di bibir pantai
Tembus di mataku
Pecahan masa lalu

Ngedan, 1 Januari 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita lama dan Penghianatan

my world...my words....

mencoba IKHLAS itu indah!